Oleh: Chairul Azan | Juli 30, 2008

Bagaimana menjadi orang kaya yang diberkahi?

Allah Swt adalah Maha Kaya Raya, semua yang kita lihat di bumi ini adalah milik Allah, manusia boleh mimilikinya untuk sementara selama berada didunia. Allah Maha pemberi rezeki dan Maha pemurah.Nabi Muhammad saw adalah seorang yang sukses berdagang, bukan saja di dalam negeri tapi sampai keluar negeri. Mahar kawin Rasulullah saw dengan pengusaha Khadijah adalah 20 ekor unta yang baik. Kalau di tukar dengan uang sekarang seharga 1 mobil Merci 330 baru. Ia dijuluki seorang pedagang yang jujur,amanah ? Al amin?

Setelah beliau dingkat menjadi Nabi, maka seluruh harta kekayaannya diserahkan kepda Jemaah, begitu pula Khalifah abu Bakar, Umar dan lain lainnya, untuk memajukan agama islam atau untuk berdakwah. Beliau walaupun seorang yang kaya, tapi hidup beliau sederhana saja. Sebagai contoh pemimpin umat, karena Rakyatnya masih banyak yang miskin. Dan agar jangan dituduh nanti oleh umatnya bahwa Nabi hidup berfoya foya dengan uang Jemaah atau kerena jabatannya. Sebagai pemimpin umat Nabi bersabda; ?Allah swt lebih suka muslim yang kuat iman dan ekonominya dari pada Muslim yang lemah? Kemudian Allah juga mewajibkan kepada umat Muhammad saw untuk menutut ilmu, atau belajar sampai kenegiri China, agar umat Muhammad saw berjaya dalam akhlaqnya maupun dalam ekonomi Nya. Allah berfirman; surat Al Mujadalah ayat 11; ?meninggikan Allah akan orang orang yang beriman dan mempunyai ilmu beberapa derajat ? Dari ayat ini kita dapat memahami bahwa kalau wajib menuntut ilmu, maka seharusnya pulalah membangun sekolah untuk tempat belajar, membuat kertas, pensil, bangku2, alat2 tranportasi, mobil, sepeda, motor dll. Begitu pula umat Islam diwajibkan melaksanakan shalat, maka seharusnya pula membuat kain, membuat baju, dan perkebunan kapas pun haruslah ditanam pula. Kalau tidak ada bagaimana menutup ourat? Apakah cukup dengan daun daun2 saja? Jadi dengan diwajibkan bershalat dan menutut ilmu maka terbangunlah semua sarana, terbuka lapangan kerja, tidak ada yang menganggur, semua bekerja, semua mendapat pengasilan, kesejahteraan umat makin meningkat. Jadi ajaran2 islam itu sangat cantik dan membawa kemajuan kemajuan, memberikan lapangankerja, tiada yang nganggur atau miskin. Inilah ajaran2 Islam sesungguhnya. Tetapi kenyataan umat Islam dimana mana Negara hampir semua miskin, hidupnya tergantung kepada umat non islam. Kenapa ini bisa terjadi ?

Karena sebahagian besar ulama ulama, khotib2 dan pemimpin2 tidak mengajarkan pemahaman seperti diatas tadi. Karena sebahagian besar ulama2 atau guru2 didunai sendiri juga tidak mengamalkan perintah2 Allah diatas, hanya sebatas mengajarkan atau mengamalkan ibadah2 ritual saja.

· Karena guru guru di sekolah juga tidak pernah mengajarkan murid2nya bagaimana bisa menjadi orang kaya.

Bagaimana mencari uang. Yang diajarkan adalah; belajarlah rajin, agar kamu lulus dengan angka yang baik, kemudian lamarlah kerja diperusahaan yang bagus. Artinya diajarkan untuk menjadi pegawai.Bukankah demikian????

· Orang orang tua juga tidak mengajarkan anak2nya bagaimana menjadi orang kaya yang baik yang dermawan yang diberkahi oleh Allah.. Nasehat2nya sama dengan nasehat guru2 diatas. Untuk menjadi seorang pegawai atau seorang professional, skill.

Jadi kalau umat Muhammad saw dimana saja, sebahagian besar miskin, bukanlah salahnya Nabi Muhammad saw atau salahnya ajaran2 Islam. Yang salah adalah; Karena tidak diajarkan perintah2 diatas, salah memahami ajaran2 islam, atau tidak diamalkan oleh Ulama2 sebahagian besar dari negara2 Arab sampai ke Asia.Saudara saudara kita dari suku China, Jepang, Korea mereka menjadi umat yang sejahtera, karena mereka rajin berdagang seperti Rasulullah saw dan Khalifah2 dan mereka berkarya mengolah barang2 mentah pemberian Tuhan menjadi barang barang yang berguna.

Mereka mengajarkan anak2nya:

1. Pentingnya waktu, disiplin.

2. Pentingnya uang

3. Pentingnya berdagang dan berkarya

4. Pentingnya belajar

5. Pentingnya berkhidmat kepada manusia.

Inilah pringkat penghasilan manusia sekarang;

1. Owner. Pemilik perusahaan,pengasilan tertinggi rata rata

2. Investor.Pemegang saham peringkat nomor 2

3. Self employment, bertukang dll peringkat ke 3

4. Employement / Pegawai.peringkat terbawah

Dari gambaran peringkat diatas, pengasilan pegawai rata rata didunia adalah peringkat terendah. Umat Islam kebanyakan adalah pegawai. Sedikit sekali menjadi pengusaha besar.Jadi kalau umat islam kembali mempunyai perhatian sebagaimana Rasulullah saw contohkan atau nasehatkan, maka hendaklah anak2 diajarkan untuk menjadi Pengusaha, berdagang, atau produser. Sebagaimana teman2 kita orang China dan Jepang.Abuya Ashaaari at Tamimi, adalah seorang pelopor, atau reformer sejati di zaman ini;

Beliau bukan saja ahli agama, tetapi juga seorang saudagar atau pengusaha bermacam macam jenis usaha; dari restaurant, fabric, tranportasi, garment dll.Beliau boleh dijadikan sebagai contoh bagi umat islam di diakhir zaman ini.Abuya menjelaskan bahwa;1.? orang orang yang benar benar beriman dan bertaqwa, Allah akan berikan pertolongan, rezeki dari sumber yang tidak diduga duga?.2. ?Allah penolong bagi orang bertaqwa? Artinya rezeki (Uang) adalah buah dari orang yang bertaqwa. Jadi orang bertaqwa rezekinya banyak dan sumbernyapun banyak.Dengan kata lain, kalau umat Islam jatuh miskin pada zaman ini ( dulu islam berjaya) karena umat Islam belumlah menjadi orang bertaqwa, atau belumlah menjadi orang Mukmin. Yang banyak adalah umat islam. Islam KTP, Islam Taqlik. Orang yang bertaqwa sedikit sekali.Makanya walaupun banyak beribadah ritual, rupanya ibadahnya belum berbekas. Karena umumnya umat Islam kalau shalat tidak mengerti apa yang dibacanya atau tidak mengerti hikmah dari shalat itu. Belum menjadi orang bertaqwa lagi.

Hikmah dari shalat adalah; jujur, berkasih sayang, tolerensi, bersih, disiplin, rajin, takut sama Allah, suka menolong, berbicara sopan santun, dan lain lainSesungguhnya orang yang rajin bershalat yang benar, maka hidupnya atau karya2nya sangat berguna untuk orang banyak.Karena Rasulullah mengatakan bahwa? Manusia yang mulia disisi Allah adalah manusia yang hidupnya berfaedaah untuk orang banyak atau karya2nya bermanfaat.Kesimpulan untuk dapat menjadi orang kaya yang berakah seperti Abuya Ashaari at Tamimi;

1. Ajarkan anak shalat yang benar,takut Allah.

2. Ajarkan pentingnya uang, dan waktu

3. Arahkan cita citanya untuk menjadi pengusaha, Produser atau berdagang.

4. walaupun sementara mejadi pegawai, tapi akhirnya menjadi pengusaha.

5. Tanamkan bahwa Rezeki atau uang adalah buah dari taqwa. Uang adalah sangat penting untuk beramal saleh, membangun, dan mempertahan agama dari musuh2 juga menjaga Image islam yang sukses dunia dan akhirat.

6. Dari kecil ajarkan anak2 mandiri dan sence of business. Kalau ia mendapat angka yang baik berilah ia hadiah. Kalau mau uang jajan, maka bekerja membantu ibu atau ayah di rumah. Jangan dimanjakan anak anak dengan uang.

TIPS;

· Time is money, bagi orang2 Barat
· Uang adalah Tuhan bagi sebahagian orang China
· Uang adalah alat pengabdian bagi orang Japan
· Uang adalah buah dari iman dan Taqwa bagi orang Islam.

…Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaannya yang ada pada diri mereka sendiri…” surat Ar rad ayat 11

MLM boleh saja berasal dari barat. Namun, dalam praktek dan implementasinya, bisnis ini penuh nuansa Islam, baik silaturahmi, tolong menolong dan tawakal dalam merubah nasib.

Islam, sebagai agama rahmatan lil alamin, tidak melulu mengatur hubungan antara manusia dengan pencipta-Nya (hablum minallah). Melainkan hubungan antara manusia dan sesamanya (hablum minannas). Kedua hal tersebut tak dapat dipisahkan. Lebih-lebih dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah untuk memakmurkan bumi, suatu tugas yangt ak dapat diemban oleh malaikat, hamba Allah yang paling taat menjalankan perintah-Nya.

Dalam melaksanakan kekhalifaannya itu, Ilahi menyiapkan beberapa perangkat kepada manusia, sesuatu yang tak diberikan sempurna kepada mahluk lainnya, seperti akal, nafsu, naluri, budi, ilmu dan agama. Karena itu, manusia merupakan mahluk paling sempurna diantara mahluk ciptaan-Nya. Dan perangkat-perangkat tadi digunakan, setelah manusia menjalankan shalat (hablum minallah), seperti diamanatkan dalam Al Qur’an surat Al Jumu’ah, ayat 62:

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kami di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung”.

Carilah karunia Allah pada ayat tersebut – banyak menyebut kewajiban manusia untuk bekerja dan berusaha – bukan semata-mata uang. Kata K.H Abdullah Gymnastiar, dalam tulisannya di Republika, rubrik Taushiyah, alat ukur keuntungan dalam berbisnis atau bekerja itu ada lima. Pertama, keuntungan amal shaleh. Kedua, keuntungan membangun nama baik. Ketiga, keuntungan menambah ilmu, pengalaman dan wawasan. Keempat, keuntungan membangun relasi atau silahturahmi. Kelima, keuntungan yang tidak sekadar mendapatkan manfaat bagi diri sendiri, melainkan bagi banyak orang dan memuaskan orang lain.

Silahturahmi

Ternyata, dari lima alat ukur itu, semua terakomodir dalam bisnis MLM. Misalnya, keuntungan membangun relasi dan silaturahmi, merupakan hal pokok dalam bisnis MLM.

Sebab, dalam bisnis MLM, dibangun atas dasar dua prinsip: menjual dan mensponsori orang lain ke dalam bisnis ini. Kedua hal tersebut, hanya dapat dilakukan dengan melakukan silaturahmi (dalam MLM disebut home sharing, home meeting). Dalam silaturahmi itu, pelaku bisnis ini mempresentasikan tentang keunggulan produk maupun peluang bisnisnya untuk menjadi jutawan.

Silaturahmi, dalam bisnis MLM, dianjurkan dari orang-orang terdekat dahulu, seperti anggota keluarga dan sahabat. Kepada merekalah, kunjungan dilakukan untuk memperkenalkan bisnis ini. Lalu, dilanjutkan dalam aspek yang lebih luas, tetangga, relasi, maupun kenalan-kenalan baru.

Lagi-lagi dalam perspektif Islam, silaturahmi dan menjual, juga dianjurkan. Silaturahmi dalam hadis nabi yang diriwayatkan oleh Bukahri, “Siapa yang ingin murah rezekinya dan panjang umurnya maka hendaklah ia mempererat hubungan silaturahmi”. Begitupun saat ditanya oleh sahabatnya tentang usaha yang terbaik, Rasullah menjawab: kerja dengan seseorang dan semua jual beli yang mabrur.

Kebetulan, sebelum diangkat menjadi rasul, profesi nabi adalah berdagang yang dilakukannya sejak usia 12 tahun. Dalam berdagang, nabi dikenal jujur, sehingga dijuluki Al Amin (orang yang daoat dipercaya). Kejujuran nabi dalam berdagang –samapai ke negeri Sjam – membuat investornya konglomerat Siti Khadijah, jatuh cinta. Keduanya menikah dalam usia yang terpaut jauh: Siti Khadijah berusia 40 tahun, sedang nabi 25 tahun.

Setelah berhasil mensponsori, maka peran upline selaku “orang tua” kepada downline dilakukan. Layaknya orang tua, upline memberikan pengarahan, bimbingan dan mengajarkan tentang seluk beluk bisnis ini. Ataupun mengikuti training dan pelatihan yang dilakukan perusahaan maupun para leader, yang dalam Islam, dikenal Taushyiah (saling berbuat kebaikan)

Dalam kegiatan ini, seperti dikatakan oleh Aaa Gym – demikian sebutan akrab K.H Abdullah Gymnastiar – diperoleh keuntungan menambah ilmu, pengetahuan dan wawasan. Katanya, jika punya banyak uang, tapi tidak berilmu, sebentar saja uang itu bisa hangus. Tidak sedikit orang punya uang, tetapi tidak memiliki banyak pengalaman, sehingga mereka mudah tertipu. “Sebaliknya, misalkan uang kita habis dirampok, kalau kita memiliki ilmu, kita bisa mencarinya lagi dengan mudah,” demikian cuplikan dari surat kabar.


Beri tanggapan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Kategori